Sabtu, 04 Januari 2014

laporan bioper ikan tongkol

BAB I
             PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes).
Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari paus hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga stout infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai "ikan", seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong sebagai ikan.
Ikan dapat ditemukan di hampir semua "genangan" air yang berukuran besar baik air tawar, air payau maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan air hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan air. Namun, danau yang terlalu asin seperti Great Salt Lake tidak bisa menghidupi ikan. Ada beberapa spesies ikan dibudidayakan dan dipelihara untuk hiasan dalam akuarium, kita kenal sebagai ikan hias.Ikan adalah sumber makanan yang penting. Hewan air lain, seperti moluska dan krustasea kadang dianggap pula sebagai ikan ketika digunakan sebagai sumber makanan.

1.2 Tujuan Praktikum
Praktikum Biologi Perikanan bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengenali jenis ikan dan untuk mengetahui seksualitas ikan
Kegunaan dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mendeskripsikan ikan berdasarkan ciri morfologi tubuh dan organ luar dari ikan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1.Klasifikasi dan Morfologi
a.Klasifikasi Ikan Tongkol
Taksonomi Tongkol (Euthynnus affinis)
Ikan Tongkol Menurut Saanin (1968), klasifikasi Ikan Tongkol adalah sebagai berikut:
Kingdom          : Animalia
Phylum            : Chordata
Sub Phylum     : Vertebrata
Class                : Pisces
Sub Class         : Teleostei
Ordo                : Percomorphi
Family             : Scombridae
Genus              : Euthynnus
Species            : Euthynnus affinis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmLOojz2emKdPeUIWAHDylgIGtfXJg6V2LYtdIEG_0AQVLzmvsqJHfNqI1I3baqbo9ozQggkU27rls2uDmcWld5tJlWnHn75xCy1x-vMgG2HtIOpO19ueBEJy8sn7j0Dxha35EQ-g93lA/s400/ikantongkol.jpg
Gambar 1.Ikan Tongkol

b.Morfologi
Morfologi Tongkol (Euthynnus affinis)
Ikan tongkol terklasifikasi dalam ordo Goboioida, family Scombridae, genus Euthynnus, spesies Euthynnus affinis. Ikan tongkol masih tergolong pada -ikan Scombridae, bentuk tubuh seperti betuto, dengan kulit yang licin .Sirip dada melengkung, ujngnya lurus dan pangkalnya sangat kecil. Ikan tongkol merupakan perenang yang tercepat diantara ikan-ikan laut yang berangka tulang. Sirip-sirip punggung, dubur, perut, dan dada pada -pangkalnya mempunyai lekukan pada tubuh, sehingga sirip-sirip ini dapat dilipat masuk kedalam lekukan tersebut, sehingga dapat memperkecil daya gesekan dari air pada waktu ikan tersebut berenang cepat. Dan dibelakang sirip punggung dan sirip dubur terdapat sirip-sirip tambahan yang kecil-kecil yang disebut finlet. (T. Djuhanda, 1981).
Menurut Soesanto (1979), Ikan Tongkol merupakan salah satu jenis ikan pelagis artinya hidup di lapisan atas dari suatu perairan. Bentuk badanya memanjang yang kedua ujungnya meruncing, mempunyai dua sirip punggung dan 7-8 finlet. Dari bentuk ikan adanya dua sirip punggung dan banyaknya finlet ini menujukan ikan tongkol termasuk jenis ikan perenang cepat.
Ikan tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia. Termasuk ikan pelagis perenang cepat sehingga untuk menangkapnya alat yang di gunakan harus di operasikan dengan kecepatan yang memadai (kriswanto, 1986).

2.Habitat Hidup
Menurut Nontji(2005),ikan Tongkol umumnya hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik bagian barat. Tongkol termasuk jenis ikan epipelagis,neuritik dan oseanik pada perairan yang hangat,biasanya ikan ini berenang dengan membentuk schooling. Sifat bergerombol ikan ini  disebabkan karena pada kulitnya terdapat suatu zat yang menimbulkan rangsangan yang dapat dirasakan oleh ikan-ikan dari jenis ikan yang sama maupun yang berbeda.Gerombolan ikan Tongkol bermigrasi untuk memenuhi tuntutan dari siklus hidupnya selain untuk menghindari tekanan kondisi lingkungan perairan dimana ikan ini berada. Parameter oseanografi akan mempengaruhi kehidupan dan pertumbuhan ikan


Hela dan Laevastu (1970) menyatakan faktor oseanografi yang mempengaruhi pola distribusi ikan jenis tuna dan tongkol adalah:
Ø   suhu
Ø   arus
Ø   salinitas
Pada umumya ikan Tongkol menyenangi perairan panas dan hidup pada lapisan permukaan hingga kedalaman 40 meter dengan kisaran suhu optimum antara 20-280C. Stadium larva dari Auxismempunyai kemampuan toleran terhadap kisaran suhu yang luas, yaitu 21,60C-30,50C. Ikan dewasa hidup pada kisaran suhu antara 27,00C-27,90C dengan sifat salinitas oseanik.






















BAB III
METODE PRAKTIKUM

1.Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 6 November 2013,pukul 13.30 WIB yang bertempat di Laboratorium Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Malikussaleh,Releut -Aceh Utara.

2. Alat dan bahan
            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah tisu,buku gambar,penggaris, serbet,alat tulis,gunting,pisau,nampan.
            Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah ikan Tongkol(Euthynnus affinis).

3Prosedur Kerja
1.      Menyiapkan semua peralatan yang akan digunakan.
2.      Meletakkan ikan di atas nampan
3.      Mengamati bagian morfologi tubuh ikan setelah diamati kemudian digambar.
4.      Mengukur panjang total,panjang baku,panjang fork
5.      Mencatat penampakan ciri seksual sekunder(dimorphisme dan dichromatisme)
6.      Melakukan stripping pada individu ikan
7.      Membedah perut ikan dengan alat bedah dan mengamati gonad ikan tersebut
8.      Membuat laporan sementara setelah selesai pengamatan.
9.      Merapihkan dan membersihkan meja kerja setelah selesai melakukan  pengamatan







BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.Hasil
Morfometrik:
Ø TL              :26cm
Ø SL               :22,5cm
Ø FL               :24,5cm
Ø Hdl             :6cm
Ø BdH           :5cm

Ciri seksual sekunder:
Dimorphisme:
Ø  Permukaan kepala halus
Ø  Bentuk sirip punggung runcing
Ø  Bentuk abdominal torpedo
Ø  Bentuk papila genital lonjong
Ø  Jumlah lubang genital satu
Dichromatisme:
Ø  Warna pada badan abu-abu
Ø  Warna pada sirip punggung dan ekor abu-abu
Ø  Garis-garis warna pada sirip ekor dan tubuh abu-abu kehitaman
Ø  Warna noktah pada batang ekor abu-abu kehitaman
Ø  Warna pada dasar sirip dada dan perut silver

Gonad(testis) ada dua buah
1.10cm
2.8cm
Warna gonad pada ikan tongkol berwarna merah muda



2.Pembahasan
Ikan Tongkol adalah ikan pelagis,bentuk ikan tongkol adalah seperti torpedo dengan permukaan kepala yang halus  ujung sirip punggung yang runcing,dan mempunyai satu lubang genital dan mempunyai papila genital yang berbentuk lonjong.
Ikan tongkol mempunyai badan berwarna abu-abu,warna pada sirip ekor abu-abu,warna pada dasar sirip dada dan perut silver,warna noktah pada batang ekor abu-abu kehitaman dan mempunyai garis-garis warna pada sirip ekor dan tubuh abu-abu kehitaman.
Ikan tongkol mempunyai dua buah testis,panjang testis yang pertama adalah 10 cm,dan testis yang kedua adalah 8cm,warna dari testis ikan tongkol adalah merh muda.




















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

1.Kesimpulan
Ikan tongkol merupakan penghuni hampir seluruh perairan asia. Di indonesia, ikan ini banyak membentuk gerombolan-gerombolan besar atau migratory yang tersebar disekitar perairan samudera atlantik, hindia dan pasifik, terutama di perairan indonesia timur dan samudra Indonesia.ikan tongkol merupakan perenang yang cepat,ikan ini berbentuk seperti torpedo dengan ujung-ujung siripnya yang rucing,ikan tongkol mempunyai sepasang testis yang berwarna merah muda,mempunyai bentuk permukaan tubuh yang halus dan warna tubuh abu-abu kehitaman dan silver,ciri ikan tongkol dapat digolongkan menjadi dua yaitu ciri primer dan ciri sekunder,cara melihat ciri primer adalah dengan cara membedah langsung perut ikan untuk mengetahui apakah ikan tersebut jantan atau betina sedangkan ciri sekunder dapat dilihat dari morfologi ikan tersebut atu dari bagian luar ikan tersebut.

2.Saran
Dalam kesempatan ini penulis juga ingin memberikan beberapa saran, yaitu:
1.       Materi yang akan dipraktikumkan hendaknya dapat diterangkan terlebih dahulu untuk memperlancar jalannya praktikum.
2.       Sarana penunjang dalam praktikum hendaknya diperhatikan guna menunjang     kelancaran praktikum.
3.       Praktikum hendaknya dibuat senyaman mungkin agar praktikum tidak bosan.
4.       Hendaknya tidak ada penggolongan/membedakan mahasiswa
5.       Hendaknya respon ditiadakan agar mahasiswa yang tidak mengerti dapat diajarkan didalam praktikum dan usaha mereka untuk mencari ikan tidak sia sia.  





DAFTAR PUSTAKA

Topan Basuma. 2009. Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Tongkol berdasarkan Pendekatan  Suhu Permukaan  Laut Dan Hasil Tangkapan  Di Perairan Binuangeun. Banten Institut Pertanian Bogor: Bogor
Febriani,Dewinur.2013.tugas biopi pola natalitas ikan tongkol.Makalah(internet)
(http://dewinurfebriani.blogspot.com)di akses pada tanggal 10-11-2013.
Rustadi.2011.tentang jenis ikan tongkol.Makalah(internet)
(http://rustadi64-tentangjenisikan.blogspot.com)di akses pada tanggal 11-11-2013






















LAMPIRAN

Bahan dan Alat yang digunakan
       
Nampan                                                penggaris
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmLOojz2emKdPeUIWAHDylgIGtfXJg6V2LYtdIEG_0AQVLzmvsqJHfNqI1I3baqbo9ozQggkU27rls2uDmcWld5tJlWnHn75xCy1x-vMgG2HtIOpO19ueBEJy8sn7j0Dxha35EQ-g93lA/s400/ikantongkol.jpg     
Ikan tongkol                                         pensil
  
Buku gambar A4                                  serbet
        
Tisu gulung                                           gunting